Hati-hati dengan Penyakit Diabetes

Hingga kini, penyakit diabetes menjadi salah satu penyakit yang menakutkan. Pasalnya penyakit ini dapat menjadi  memicu penyakit lainnya, seperti, hipertensi, gangguan ginjal, arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), hiperlipidemia dan lain sebagainya.

Menurut data statistik jumlah penderita diabetes di dunia versi WHO (World Health Organization), pada tahun 2000, Indonesia menduduki peringkat keempat dengan jumlah sebesar 8.426.000 orang.

WHO memprediksi pada tahun 2030, penderita diabetes di Indonesia akan menjadi 22 juta.

Diabetes adalah suatu penyakit yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan sari-sari makanan secara efisien. Hormon insulin yang diproduksi di dalam pankreas, membantu tubuh dalam mengubah makanan menjadi energi. Diabetes terjadi bila satu dari dua kondisi ini terjadi, pankreas gagal memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah diproduksinya.

Pada saat makan, pankreas melepaskan insulin ke dalam aliran darah untuk membantu proses penghancuran dan penyerapan glukosa, asam lemak, dan asam amino. Apabila pankreas tidak menghasilkan insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin sebagaimana mestinya, makanan yang dikonsumsi tidak dapat dicerna oleh tubuh. Bila pankreas menghasilkan insulin, tetapi tubuh tidak memberikan reaksi apapun, keadaan seperti ini disebut resistensi insulin. Hal ini umum terjadi pada orang-orang yang memiliki berat badan berlebih saat usia beranjak tua. karena itu, produksi insulin harus di tingkatkan untuk mengurangi efeknya. Alhasil, glukosa yang berlebih ditimbun di dalam darah alih-alih digunakan sebagai tenaga atau disimpan sebagai lemak. Bila kandungan glukosa didalam darah tinggi, ginjal tidak dapat memproses glukosa dan akhirnya dikeluarkan melalui urin (Peter dkk, 2006).

Deteksi awal untuk mengetahui kadar gula dalam darah tinggi, biasanya penderita terus-menerus merasa haus, buang air kecil dengan intensitas yang lebih sering, lemas, dan susah tidur. Untuk menjaga agar kadar gula dalam darah tetap normal harus dilakukan diet asupan makanan. Asupan karbohidrat apalagi lemak berlebih dapat memicu kadar gula naik, sehingga takaran makanan plus gizi-gizi yang seimbang sangat diperlukan.

Saat ini banyak sekali tumbuhan alami yang telah di uji dan terbukti memiliki efek menurunkan kadar gula dalam darah, diantaranya kayu manis (Cinnamomum verum), manggis (Garcinia mangostama) biasanya bagian kulitnya yang berkhasiat, mahkota dewa (Phaleria macrocarpa), brotowali (Tinospora crispa L), mengkudu (Morinda citrifolia L), teh hijau (Camelia Sinensis) dan masih banyak lagi lainnya.

Ayooo sayangi darahmu.. ^_^

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s